Olaaa, ini dia cerbung kedua dari
tulisan saya sebelumnya. Jadi, pada bagian ini saya akan bercerita bagaimana saya bertahan di dunia dengan bidang pekerjaan baru sebagai PR Consultant (namanya agak keren gitu ya, konsultan, ckckck serasa
expert!)
Merangkak, Berjalan, dan Berlari!
Pekerjaan baru telah dimulai! Hidup saya berubah drastis! Baru seminggu kerja, saya sudah mau resign!
Eng ing eng... Saya harus terbiasa menggunakan english, aktif dan pasif. Hufft!!! Salah satu
owner perusahaan (temen saya menyebut kantor ini Kokgitu Komunikesyen) berkebangsaan Singapura, yang satunya lagi, kelamaan keliling dunia kalau
ngomong bak Cinta Laura. Panggilan favorit saya buat dia adalah si Cuuaaaantik (pake logat Cinta Laura ya ngomongnya, penekanan di kata
cuaaa penting banget loh ini).
Saya tidak lagi pulang
ontime, paling cepat jam 7 malam karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Malahan, bukan pulang malem lagi, sempat juga pulang Shubuh. Terasa amat janggal ya, ketika saya harus mengundang media dan jumlahnya harus sesuai target dari klien. Padahal dulu saya yang diservice oleh para PR sekarang gantian posisi dibalik. Tiga bulan berjalan, saya dapat tugas membuat proposal
pitching salah satu perusahaan baru. Rasanya kayak ketiban balok! Blank!!! Pengen nangis, pengen
resign saja, enggak punya ide!