Akulah Si Sophis!

Minggu, 09 Oktober 2011

Edisi Curhat!

Huuuft...teman-teman saya sudah banyak yang menuntaskan masa lajang! Ini menggembirakan sekaligus bumerang dan ancaman buat saya. Upsss...bukan berarti saya juga ingin menyusul gara-gara mereka sudah lebih dulu menuju pelaminan. Bukan, bukan itu!

Menikah itu telah menjadi target di usia 25 tahun! Yup, sejak dulu bahkan waktu saya masih menjabat sebagai pelajar putih abu-abu. Keren, kan? Kecil-kecil udah mikirin nikah. Sayang, deadline itu sudah mundur setahun dan hampir dua tahun.



Setelah dipikir-pikir dan bertapa di sebuah tempat yang kedap udara *lebay*, bukannya nemu jawaban malah nemu pertanyaan lagi. Hahaha, enggak guna dong bertapa, yak?

Sesungguhnya, mungkin saya memang belum siap. Seharusnya, kalau menikah itu sudah menjadi bagian dari rencana hidup, perjuangan dan usaha saya harusnya berkali-kali ke arah sana.

Tapi, dua tahun ini saya tetap santai. Menunggu dan menunggu sampai rembulan berganti purnama balik lagi jadi sabit! Hasilnya begitu-begitu aja...gak berubah, statis. Tapi, sekarang ini, hasrat dan keinginan itu semakin membengkak!!!

Saya kelabakan kayak orang kebakaran jenggot! Itu pun karena mendapat undangan dadakan dari beberapa teman di bulan Oktober, September juga Desember. Stres??? Iya, bener, kusyut! Tapi, inilah bagian dari kesalahan diri sendiri yang harus dibenerin dan dilurusin.

Berbagai omongan, wacana sampai pembicaraan tingkat serius dari orang yang gak saya kenal dekat tiba-tiba saja datang bertubi-tubi. Mba lyla, salah satunya, seorang jurnalis yang baru saya kenal di saat liputan. Begitu pertama kali bertemu, kita ngobrol panjang lebar dan berceritalah dia seputar kehidupan rumah tangga.

Mba Lyla ini pernah bercita-cita untuk tidak menikah! Baginya, menikah hanya merepotkan. Ia merasa bisa hidup sendiri tanpa harus repot-repot berbagi dengan suami atau anak. Untung saja, keluarganya selalu mengingatkan persoalan menikah. Dan terbukalah hatinya utnuk memulai hidup baru dan ternyata jauh lebih nikmat!

"Nis, sebelum menikah hidup, tuh, rasanya kayak enggak ada tujuan. Duit habis buat seneng-seneng yang ujung-ujungnya enggak tahu berwujud seperti apa.. Andaikan aku sadar dari dulu, mungkin aku nikah dari umur sekamu ini. Untung aja aku enggak kebablasan hehehe," kata dia dengan mantab. Jleeebbb...diem hening, berasa lagi ada di hutan sendirian sama pohon gede-gede abis denger kata-katanya dia.



Hmm, lalu ada lagi teman, fotografer yang akan nikah di bulan Oktober ini. Di pojokan tangga darurat tepatnya, dia berbicara pelan sambil menujukan pandangan ke arah saya," Nis, usia kamu sudah paling pas untuk menikah. Masih produktif! Jangan kelamaan nunggu yang enggak pasti. Jangan mau terjebak sama kata-kata, jalanin aja dulu!. Itu namanya gak jalan-jalan, gak maju-maju!"

Heh!!!!!!! Dia, si fotografer ini hanya teman biasa bukan teman dekat, temen curhat aja enggak pernah. Ternyata memperhatikan juga. Wow, miris sayah! Lagi-lagi dia menambahkan,"Pikirin juga, lho masa depan anak-anaknya nanti. Kalau nikah seusia aku, 30an itu agak mikir-mkir juga. Jangan sampe nanti anak masih SMP, kita udah pensiun dan enggak produktif gara-gara nikahnya ketuaan!"

Terus saja dia ngoceh lagi, "Lebih-lebih cewe, usia segini lagi mateng-matengnya, ibaratnya mangga masih ranum." Eaaaaaaaaaa gedubraaak!!! Yah, kalau alasan yang ini, sih, saya paham bener, deh. Yang tadinya serius jadi ketawa guling-guling.

Diujung pembicaraan, dia menyarankan lagi," Kalau udah mentok, nih, enggak tahu harus nikah sama siapa, minta cariin sama orang tua, Nis! Mereka pasti akan memberikan yang terbaik! Yakinlah!" Sebuah penutup yang bijaksana dan sukses bikin saya termanga-manga.

Ucapan-ucapan nyelekit juga dateng dari calon suaminya teman saya, Meida. Saya sempat bertanya sama Gema, kenapa akhirnya mau merit padahal pacaran masih 3 bulanan (eh bener gak yah ini 3 bulan, hhaha?). Intinya, sih, sama dengan si fotografer, enggak ada lagi yang musti ditunggu dan masih muda,ya kenapa harus ditunda-tunda?

Gema pun menanyakan balik, "Emang, Nisa belum mau nikah?" Tanpa basa-basi saya jawab, "MAU BANGET!". "Ya, sudah minta, dong dilamar," jawabnya.

"Belum mau! Belum siap! Saya sih udah siap!" jawab saya singkat.

"Lah, kalau nunggu-nunggu tanpa kepastian keburu KERIPUT! Emangnya kalo udah sama-sama keriput dia mau nikahin Nisa? Udah pasti? Lah, dia, kan bisa cari yang masih muda-muda!" kata Gema pelan-pelan, santai tapi bikin mingkem.

*Meiii...calonmu ini mei! Kata-katanya (*____-) Akan saya ingat itu, KERIPUT!*


Terus bagaimana solusinya? Yah, kembali ke diri sendiri! Tapi, saya memasang target baru lagi, paling tidak tahun depan saya sudah harus menikah! Tentu saja kali ini dengan tindakan-tindakan selanjutnya yang lebih serius.



Terutama mulai berdoa dan mohon dengan tegas sama Allah SWT! Kalau kemaren, menikah di umur 25 hanya sekedar ingin dan tak pernah diucapkan dalam doa, kali ini harus lebih dari itu! Ucapkan dengan jelas dalam doa...

Saya baru menyadarinya, selama ini saya tak pernah mengucap pasti kapan ingin menikah di dalam doa, makanya Tuhan mungkin juga bingung menentukan. Jadi, ucapkan dengan detail keinginan kita dalam setiap doa!

Kedua; ultimatum yang bukan hanya melempar bambu runcing tapi bom molotov! Terus apalagi, yah? Hmm, menabung, hehehe setiap bulan! Yah, walaupun materi bukan segalanya, tapi toh, tetap butuh, kan!

Kalau enggak berhasil juga, saya akan mengikuti saran sang Fotografer, minta dicariin jodoh! Hehehe. Terakhir yang paling penting mengalahkan diri sendiri karena tantangan terberat ada di sana.

Janji saya ini akan disaksikan oleh pembaca-pembaca blog yang berkunjung! Mohon diingatkan, yah, hehehehe. Mudah-mudahan target kedua terwujud dan terlaksana!

*sungguh postingan yang menyedihkan kali ini! seperti mempermalukan diri sendiri, ah, tapi gak papalah, siapa tahu berguna buat yang baca*

2 komentar:

  1. coba sholat dhuha, ga perlu banyak rakaat nya cukup 2 aja. tapi tiap hari. insya allah...non..rezeki itu kan bukan hanya materi...amiennn..selamat mencoba... _suci_

    BalasHapus
  2. Trims Suci!!!!! Hihihi, akan mencoba sarannya, doakan akyu, yaaa!!!!

    BalasHapus