Akulah Si Sophis!

Minggu, 12 Maret 2017

Selamat datang di kehidupan tahap 'intermediate'!

Alhamdulillah, Allah tahu benar kapan waktu terbaik untuk kita sebagai manusia diberikan hadiah yang mengejutkan dan terindah. Setelah kurang lebih hampir setahun, akhirnya saya dan Vidi mendapatkan hadiah istimewa berupa janin yang akan tumbuh Insya Allah menjadi calon anak kami yang cerdas, sehat, dan berahlak mulia, amin. Yeaaay, bisa juga buat anak! Hahahaha....

sumber: pixabay
Reaksi pertama saat tahu hamil?


Kaget banget! Tidak menduga, kok bisa, ya? Hahaha, pertanyaan macam apa ini coba? Lagi mengingat-ngingat, kapan coba tanggal pembuatannya, tapi gak nemu juga sampai sekarang :p. Sebenarnya, waktu itu badan rasanya sudah enggak enak, semingguan setiap sore hari selalu pusing, mual dan kayak orang masuk angin. Sempat curiga hamil tapi ah, pede banget, biasanya juga test pack gagal terus. Tapi, akhirnya kita putuskan beli alat itu. Di hari Minggu siang, badan saya makin gak karuan dan segera memutuskan tes! Olala, dua garis merah ini jelas sekali! Nyata dan kereng, kalau istilah orang jawa. 

sumber: smart mama

Sabtu, 13 Agustus 2016

Pacar kamu selingkuh? Jangan buru-buru marah! Bisa jadi,kamu penyebab utamanya!

Perselingkuhan adalah hal yang menyakitkan! Tidak ada yang bisa menerima sakitnya diselingkuhi. Tapi, kenapa dia memilih selingkuh? Ini yang perlu kamu ketahui! 
Siapapun rasanya tidak suka dengan perselingkuhan. Menjalin hubungan saat pacaran saja sudah selingkuh, bagaimana nanti saat sudah menikah? 
sumber: relate institute

Sabtu, 23 Juli 2016

Belajar Menulis, Lagi?



Tidak seperti biasanya, kali ini rutinitas saya bukan menuju ke tempat kantor. Saya pergi ke sebuah tempat yang berlokasi di bilangan Kramat Raya. Dengan terburu-buru, saya melangkah memasuki lobi hotel lalu menanyakan lokasi pelatihan kepada petugas di lobi.

Minggu, 07 Juni 2015

Nyaman = "Meninabobokan" Part III

Karena saya sudah bertekad menyelesaikan cerbung pada hari ini juga maka inilah bagian akhir dari episode berdarah si Jin Botol! Alhasil, besok saya zombie, nih di kantor. Ok, fokus lagi soal dunia jin botol ditahap akhir.


Jadi, ceritanya Jinbotol sudah bermetamorfosis, nih. Tapi saya alias jin botol, masih ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi. Bedanya, kali ini bukan karena terpaksa tetapi karena kesadaran penting mengenai keluar dari Zona Nyaman. Daripada dipaksa keadaaan mendingan , kan cepet-cepet sadar sebelum menyesal! Mumpung masih gadis, muda belia dan mempesona (hueeek) serta jejak yang masih panjang lurus terbentang di luar sana.

Nyaman = "Meninabobokan" Part II

Olaaa, ini dia cerbung kedua dari tulisan saya sebelumnya. Jadi, pada bagian ini saya akan bercerita bagaimana saya bertahan di dunia dengan bidang pekerjaan baru sebagai PR Consultant (namanya agak keren gitu ya, konsultan, ckckck serasa expert!)

Merangkak, Berjalan, dan Berlari!

Pekerjaan baru telah dimulai! Hidup saya berubah drastis! Baru seminggu kerja, saya sudah mau resign! Eng ing eng... Saya harus terbiasa menggunakan english, aktif dan pasif. Hufft!!! Salah satu owner perusahaan (temen saya menyebut kantor ini Kokgitu Komunikesyen) berkebangsaan Singapura, yang satunya lagi, kelamaan keliling dunia kalau ngomong bak Cinta Laura. Panggilan favorit saya buat dia adalah si Cuuaaaantik (pake logat Cinta Laura ya ngomongnya, penekanan di kata cuaaa penting banget loh ini).

Saya tidak lagi pulang ontime, paling cepat jam 7 malam karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Malahan, bukan pulang malem lagi, sempat juga pulang Shubuh. Terasa amat janggal ya, ketika saya harus mengundang media dan jumlahnya harus sesuai target dari klien. Padahal dulu saya yang diservice oleh para PR  sekarang gantian posisi dibalik. Tiga bulan berjalan, saya dapat tugas membuat proposal pitching salah satu perusahaan baru. Rasanya kayak ketiban balok! Blank!!! Pengen nangis, pengen resign saja, enggak punya ide!